Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, militernya akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran hingga "kesepakatan nyata" dipenuhi. Pernyataan tersebut disampaikan Trump lewat platform Truth Social miliknya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Kamis (9/4/2026). Seluruh kapal, pesawat, hingga personel militer AS disebut akan tetap berada di tempatnya. Pengerahan tersebut juga mencakup tambahan amunisi, persenjataan, serta perlengkapan lain yang dianggap diperlukan untuk melakukan penindakan terhadap musuh yang dinilai telah sangat melemah.
"Sampai kesepakatan nyata yang telah dicapai benar-benar dipatuhi sepenuhnya," tulis Trump. Baca juga: Usai Umumkan Gencatan Senjata Iran, Trump Dibanjiri Meme TACO, Apa Maksudnya? Sekarang ini, AS dan Iran tengah berada dalam periode gencatan senjata sementara selama dua pekan. Keputusan tersebut dinyatakan sejam sebelum tenggat yang ditetapkan Donald Trump pada Selasa (7/4/2026), di mana Trump sempat mengancam akan menghantam infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka. Usai kesepakatan gencatan senjata ditetapkan, AS dan Iran dijadwalkan untuk melakukan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026). Baca juga: Trump Singgung Proposal 10 Poin Iran Saat Umumkan Gencatan Senjata, Apa Isinya? Ancaman Trump jika kesepakatan tak terpenuhi Dalam unggahannya, Trump juga membuka kemungkinan langkah lanjutan apabila kesepakatan tidak dijalankan. Kesepakatan yang dimaksud Trump adalah Iran diminta memastikan tidak mengembangkan atau memiliki senjata nuklir. Ia juga meminta jalur pelayaran strategis, Selat Hormuz tidak boleh diganggu atau ditutup lagi. "Telah disepakati sejak lama, dan terlepas dari semua retorika palsu yang bertentangan, tidak ada senjata nuklir dan Selat Hormuz akan tetap dibuka dan aman," tegas Trump dikutip dari The Guardian. Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran: Apa Saja yang Disepakati dan Apa yang Akan Terjadi Setelahnya?
Ia memperingatkan bahwa otoritas negaranya tak segan-segan bakal mengambil tindakan militer dengan skala yang lebih besar lagi. "Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi (kesepakatan), yang sangat kecil kemungkinannya, maka penembakan akan dimulai, lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya," katanya.
Dalam pernyataannya, Trump juga memastikan bahwa militer AS saat ini dalam kondisi siap siaga. Mereka menunggu perkembangan berikutnya.










