Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Menteri Perlis, Abu Bakar Hamzah, menembak seekor sapi kurban saat perayaan Idul Adha menjadi sorotan publik Malaysia. Dalam video yang beredar luas di media sosial, Abu Bakar terlihat menggunakan senapan untuk melumpuhkan sapi sebelum hewan tersebut disembelih.
Insiden itu terjadi di Kuala Perlis pada 28 Mei lalu. Menyusul viralnya video tersebut, polisi setempat menyita senapan yang diduga digunakan dalam kejadian itu beserta sejumlah amunisi. Meski Abu Bakar diketahui memiliki izin kepemilikan senjata api yang sah, aparat tetap melakukan penyelidikan terkait penggunaan senjata api di tempat umum berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Malaysia.
Baca Juga: Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Senilai Rp 61,25 Triliun
Abu Bakar membela tindakannya dengan menyatakan bahwa sapi tersebut lepas kendali dan menjadi agresif sehingga berpotensi membahayakan orang-orang di sekitar lokasi. Menurutnya, tembakan diarahkan ke bagian kaki atau paha atas sapi untuk melumpuhkan pergerakannya, bukan untuk membunuh hewan tersebut. Setelah sapi terjatuh, proses penyembelihan dilakukan sesuai prosedur kurban.
Peristiwa ini kemudian memecah opini publik Malaysia. Sebagian masyarakat menilai tindakan tersebut berlebihan dan mempertanyakan legalitas penggunaan senjata api dalam acara keagamaan. Namun, sebagian lainnya mendukung langkah Abu Bakar karena dianggap sebagai upaya menjaga keselamatan warga apabila sapi benar-benar menjadi agresif dan sulit dikendalikan.
Baca Juga: Karyawan Google Ditangkap, Diduga Gunakan Data Rahasia untuk “Main” di Polymarket
Perdebatan juga meluas ke aspek keagamaan. Sejumlah warganet mempertanyakan status kehalalan hewan kurban yang sebelumnya ditembak. Menanggapi hal tersebut, Mufti Perlis Mohd Asri Zainul Abidin menjelaskan bahwa hewan ternak yang halal dan sulit dikendalikan dapat dilumpuhkan terlebih dahulu sebelum disembelih sesuai ketentuan syariat.
Sementara itu, beberapa tokoh politik oposisi meminta polisi melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Mereka mempertanyakan alasan seorang pejabat membawa senjata api ke acara keagamaan dan menilai tindakan tersebut perlu mendapatkan penjelasan hukum yang jelas. Polisi Malaysia hingga kini masih mendalami kasus tersebut dan meminta masyarakat tidak berspekulasi selama proses penyelidikan berlangsung.
source: Pejabat Tembak Sapi Kurban Idul Adha Pakai Senapan, Publik Malaysia Terbelah












