Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan hebat dan sempat menyentuh level Rp17.728 per dolar AS. Pelemahan ini memicu kekhawatiran berbagai pihak karena dinilai dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
Menanggapi kondisi tersebut, Komisi XI DPR RI mendesak Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan segera mengambil langkah terukur untuk menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam. DPR menilai koordinasi kebijakan moneter dan fiskal harus diperkuat di tengah tingginya tekanan global.
Baca Juga: Terombang-ambing 5 Hari di Laut, Penumpang KMP Mutiara Persada Frustrasi hingga Datangi Ruang Nakhoda
Sejumlah pengamat menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik internasional yang mendorong penguatan dolar AS. Kondisi ini turut memberi tekanan pada pasar keuangan dan obligasi domestik.
Pemerintah sebelumnya menyatakan akan terus memantau pergerakan rupiah dan menyiapkan langkah stabilisasi bersama Bank Indonesia. Salah satu upaya yang disiapkan yakni intervensi di pasar obligasi guna menjaga kepercayaan investor dan menahan gejolak nilai tukar.
Baca Juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Pasar Keuangan RI Kena Tekanan
DPR mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat jika tidak segera dikendalikan. Karena itu, pemerintah diminta bergerak cepat agar tekanan terhadap perekonomian nasional tidak semakin meluas.
source: Rupiah Terperosok ke Rp17.728, DPR Desak BI dan Kemenkeu Ambil Langkah Terukur












