Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mendorong masyarakat penerima bantuan budidaya ikan bioflok agar memanfaatkan hasil panen untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Hal itu disampaikan saat menghadiri panen raya budidaya ikan tematik bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mekarsari, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Rajiv berharap hasil budidaya ikan tawar tidak hanya dijual ke pasar umum, tetapi juga dapat diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pemasok bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani ikan sekaligus mendukung kebutuhan protein masyarakat.
Baca Juga: Rotasi Besar di Polda Metro Jaya, Sejumlah Pejabat dan Kapolres Berganti Jabatan
Dalam keterangannya, Rajiv juga meminta para pembudidaya tidak menggunakan hasil panen untuk kebutuhan konsumtif, melainkan diputar kembali menjadi modal usaha agar bisa berkembang lebih besar dan mandiri. Ia berharap ke depan masyarakat mampu memiliki kolam bioflok sendiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
Program MBG sendiri dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap sektor perikanan budidaya. Permintaan ikan konsumsi disebut meningkat sejak program tersebut berjalan, sehingga para pembudidaya semakin semangat mengembangkan usaha mereka.
Baca Juga: Harga Telur di Magetan Anjlok, BGN Minta SPPG Jatim Perbanyak Menu Telur
Rajiv menilai kolaborasi antara KDMP, pembudidaya ikan, dan SPPG dapat menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga kualitas gizi masyarakat melalui konsumsi ikan air tawar yang kaya protein.
source: Rajiv Minta SPPG Serap Hasil Budidaya Ikan Tawar KDMP untuk Program MBG










