Kesepakatan gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand tampaknya kembali berujung kegagalan setelah eskalasi konflik antara kedua negara kembali terjadi pada Selasa ini (6/1/2026).
Memanasnya hubungan Kamboja dan Thailand kali ini terjadi setelah adanya laporan serangan di kawasan wilayah Chong Bok, tepat di depan Bukit 469
Kabar ini dibagikan oleh akun media sosial Komando Daerah Militer (Kodam) II Thailand yang melaporkan bahwa Kamboja melakukan serangan dengan menggunakan mortar.
Mortir adalah senjata artileri ringan yang dirancang untuk menembakkan proyektil dengan sudut elevasi yang tinggi dengan lintasan melengkung/parabola.
Sederhananya, mortir adalah "meriam saku" yang proyektilnya dilemparkan ke atas untuk jatuh tepat di atas kepala musuh atau di balik rintangan.
Adapun serangan mortir tersebut dilaporkan terjadi pada hari Selasa ini sekitar pukul 07.25 pagi waktu setempat,
"Darurat!!! Kamboja telah melanggar kesepakatan gencatan senjata." demikian tulis akun Kodam II Thailand dalam laporan singkatnya.










